Mencoba Yummy di Tengah Pandemi

3 komentar

Alhamdulillah, akhirnya bisa menulis kembali ya Padahal meuangkan ide ke dalam tulisan sebenernya hanya butuh niat yang amat besar saja. Tapi apalah daya waktu yang terbagi terkadang mengubah rencana, wkwkw.

Berhubung balita sedang tidur jadi gue sebagai mama(h) muda bisa sedikit menuangkan ide emak2 dengan leluasa. Semasa pandemi ini, peran seorang ibu semakin terasa dalam diri saya. Dapur semakin ngebul, maklum biasanya dapur hanya dipakai untuk sekedarnya saja. Perlu adaptasi memang bagi seorang perempuan pekerja untuk bisa melakukan adegan masak-memasak apalagi perempuan itu masih tergolong muda *uhuk. Lagi-lagi niat emang kudu kuwat gaees.

Pandemi memang membuat gue semakin produktif di dapur.

Kakak gue yang kebetulan sekarang sudah mempunyai dua orang anak, beliau pernah menyampaikan pesan penting agar bisa semakin produktif di dapur. Beliau memberikan sebuah tagline yang unik yaitu ...

"Aunty, masak itu cuman perlu bawang merah ama bawang putih doang."

Awalnya memang menjadi perkara sulit. Gue masih tetap mendalami tagline dapur ala kakak gue tersebut. Dipikirin doang namun tidak dikerjakan memang membuat itu jadi syulit wkwkw. Emang akutu.

Kembali ke topik awal, akhirnya siap tidak siap kondisi pandemi ini menjadi sebuah tantangan buat gue. Berawal stalking social media, tapi kontennya tidak jauh2 dari resep masakan. Mulai dari masak darurat, masak ala-ala, sampai masak dengan menu yang luar biasa muncul di beranda. Apakah ini pertanda untuk produktif di dapur? Sepertinya iya.

Akhirnya ada satu platform memasak di social media yang menurut gue mudah sekali untuk disimak dan dicerna.Gue langsung buka fanspage tersebut. Iya, menu yang ditampilkan benar-benar yummy. Prosedur untuk mengolah masakan tersebut juga dibuat ringan dan santuy. Jadi kesannya kita cuman bilang "oooooh, gini doang.", "oooh, bahannya ini2 aja.", atau "ooooh, lah gampang ya." Ibarat kata ibu Sisca Soewitomo, "mudah bukan cara membuatnya?". ckck

Hal tersebut akhirnya berlanjut dengan terus mencari menu-menu yang gampang. Menu goreng-goreng, masak-masak tumis-tumis ~~~ menjadi awal segalanya. Lalu menu masakan dilanjut dengan menu-menu kesukaan. Karena emak dulu pernah bilang "kalau bisa masak itu enak, bisa bikin menu kesukaan".Ya, penuh motivasi memang.

Mau tau menu masakan yang membuat gue banggakan sama diri sendiri? 

"Ayam Woku Padamu"
Ini menu yang pengen banget gue coba. Alhamdulillah, berhasil mendarat di wajan. Nama menu makanan ini adalah ayam woku. Pertama kali gue coba makanan ini, gue langsung suka karena rempah2-nya berasa banget. Iya, ada rasa kunyit, pedes, gurih, wangi dan harum karena memang ada daun kemangi dan sereh yang menambah cita rasa. Belum lagi ditambakan daun bawang, beeuh pas deh yummy banget. Emang bener kalau ayam woku ini adalah menu masakan Indonesia. Gimana? Gue udah kek selebgram yang lagi review makanan belum?

"Mirip Hokben"
Menu masakan yang kedua ini gue beri nama "Mirip Hokben" ckck. Berhubung gue udah sedikit terbiasa dengan memasak daging ayam, alhasil gue mulai pinisirin untuk mengolah slice daging sapi. Setelah melihat postingan resep masakan di aplikasi, jadilah dengan berbekal bawang bombay dan saus lada hitam gue mulai tahu cara membuat menu "Mirip Hokben" ini. Karena masakan yang ini tidak berasa pedas, jadi gue mencoba mengajak si balita perempuan untuk mencipipi menu makanan yang memang bukan makan menu mpasi lagi. Muhehehe. Maklum umurnya alhamdulillah sudah menginjak usia dua tahun, yeaay. Alhamdulillah yah resep masakannya masuk ke lidah balita perempuanku~~

"Ikan Kembung siram Sambel Matah"








"Tuna Tepung Saus Asam Manis Ajah"











Setelah gue berusaha improv diri gue untuk memasak menu daging ayam ataupun daging sapi, nah gue pun mencoba untuk mengolah daging ikan. Seperti yang selalu dibanggakan oleh Ibu Susi, sosok Tenggelamkan Kapal itu wkwk. Beliau masih tetap mengajak masyarakat Indonesia untuk gemar makan ikan. Mantul emang. Bu, saya pertama kali belajar masak ikan loh bu hehehe. Semua memang serba pertama kali. Pertama kalinya juga gue mencoba membuat sambel matah. Iya, sambel yang kata hasil googling khas Bali ini. Semoga berawal dari googling bisa jadi happening eaa. Lalu gue bisa bikin from this, to this. wkwkw. Ampun, anak twitter.

Gue akan cerita satu menu main course lagi ya. Ini salah satu favorit gue juga, masakan berkuah dan pedas. Iya, cukup dengan mengkolaborasikan bawang merah, bawang putih serta cabai saja sudah bisa menjadi paket sayur asem. Ada hal unik terkait cerita salah satu masakan Indonesia yang seger ini. Setelah hari Raya Idul Fitri kemarin, ternyata para ibuk2 ini mencari menu sayur asem. Semuanya berebut paketan sayur asem. Wkwkwkwkwk. Gue sebagai mak newbie hanya bisa mengamati. Cerita lengkapnya mungkin akan gue ceritain di #EmakKuduPiye 

Sayur Asem E-nya satu

Ya Allah jadi laper ya. Baiklah ini resep masakan terakhir deh yang akan gue sharing ke kalian. Gue mencoba untuk membuat cemilan.

Roti Tawar Gulung Sosis Mayoo

Ada yang bisa nebak itu terbuatnya dari apa? Iya, roti tawar. Kulit risole mayo ini gue buat dari roti tawar yang digiling pake gelas hahahahaha. Monmaap gue belum punya alat penggiling. Yang pasti gelasnya sudah dipastikan bersih ya gaes. 

Semua menu yang gue coba bikin ini asalnya dari googling resep makanan pakai aplikasi yummy. Aplikasi yummy ini lengkap banget dimulai dari appetizer, main course, sampai dessert ada. Meja makan bisa langsung berubah kek meja resto 🍽️

Bukti Gabung Aplikasi

Berawal dari ngelike fanspage Yummy lalu keseringan melihat resep masakan yang easy cooking wkwk apadeh istilahnya itu. Jadilah gue meneruskan langkah gue buat download aplikasi yummy.

Nah, gue sudah resmi bergabung bulan April 2020. Hari Jumat. Mudah2an menjadi Jumat yang berkah ya admin *eh *kode *modus muehehe. Bulan April itu bulan yang pas untuk download Yummy Apps karena bulan tersebut gue sudah mulai untuk WFH di tengah pandemi ini. Gue bangun growth mindset gue kalau pandemi ini bisa ngebuat dapur jadi yummy.

Sedikit Tampilan Aplikasi

Ketika gue buka beranda and Voila! Gue langsung dipanggil chef gaes wkwk. Benar2 aplikasi yang positif sekali penuh dengan motivasi. Tepuk 👏🏻 tangan 👏🏻 dulu 👏🏻.

Pirtinyiinnyi

Buat kamu yang down nengok dapur kek gue contohnya, nah bisa langsung buka Yummy Apps dan klean akan merasakan terpanggil menjadi chef. Di sini klean akan mengenal resep2 dari Chef Arnold yang babyface itu 🤭 dan para chef2 lainnya. Terus jika klean bingung, biasanya kalau aplikasi social media akan bertanya "What is in your mind?" atau "What's happening?". Nah, kalau di dalam aplikasi yummy ini pertanyaannya "Di kulkas ada apa?". Sebuah pertanyaan untuk yang bingung dan butuh sandaran serta pegangan ckck. Pas kan? Sungguh aplikasi yang peka🥺

Di sisi lain, pandemi ini memang memberikan hikmah buat gue agar lebih termotivasi sebagai popmama. Gue yang bisa lebih sering nengok dapur. Si balita perempuan pun juga mainnya jadi lebih sering di dapur 🤣. Segala rupa udah doi mainin. Ampe lada tumpah, batang kangkung jadi tongkat sihir, jari tangan cenat cenut kepedesan, bersin2 gegara oseng2 cabe, dll wkwkwk. Baiklah mungkin lebih detailnya akan gue ceritain di episode #EmakKuduPiye lainnya. Ya Allah, banyak utang tulisan ya gue.

Sekian dulu dari gue,
Seorang popmama yang baru kecemplung di dapur

Mudah2an gue emang masuk kriteria popmama ya admin 🤭

Bye
Tulisan ini selesai dibuat malam Jumat 👻
Tulisan ini gue persembahkan untuk blog  competition popmama and YummyIndonesia


Doakan semoga tembus ya gaees
Jangan lupa coba download aplikasinya ya
Liat2 dulu boleh qaqa
Praktikkan rasa penasaranmu~




»»  Penasaran nih GUE..

#EmakKuduPiye

5 komentar

Assamualaikum wr wb

Akhirnya bisa bersih-bersih debu di blog. Aku mampir kembali ke blog sekedar untuk silaturahmi #ea.

Mungkin gak sih masih ada nungguin postingan gue di blog? Entahlah, pilihan dunia maya sekarang banyak. Dunia maya bisa bikin banyak gaya kekeke. Alhamdulillahnya gue masih keinget ini blog karena blog inilah yang membuka hidup gue di usia yang cukup iya c-u-k-u-p.
»»  Penasaran nih GUE..

Kecil-kecil Kesentil

4 komentar

Tengah malem, kurang lebih beberapa menit lagi menuju pagi hari. Eh bukan pagi hari tepatnya dini hari.

Sesuatu yang langka belakangan ini gue bisa semelek ini. Berhubung tengah malem, judulnya yang gue buat untuk postingan ini pun juga menggelitik. Padahal gue gak lagi dikelitik atau digodain, ckck.

Judulnya "kecil-kecil kesentil". Kira-kira apa yang bakal gue bahas ?. Jangan berpikiran liar dulu.

"Abisnya lo mancing-mancing !"
"Gue gak lagi mancing. Gue lagi ngetik ini!"
"Dih, lo ngajak ribut ?!"
"Ya, ampun. Gue pengen ngajak kenalin ke emak gue sih."
"Maksudnya apaan ?! Kok jadi panjang ? Bawa2 emak ?!!"
"Emak gue nyari mantu !"
"Oh, yaudah ayo.."

Kemudian mereka bersatu, eaa

Pesan moralnya adalah jangan gampang terpancing khususnya di era digital kegaulan.

------------------------------------------------ (‧‧)nnn

Kembali ke topik.
Jadi, di sini gue akan bahas tentang perihal anak kecil. Sometimes, they gave us many things about life. See ?

Gini, one day .. gue lagi asyik scrolling timeline tapi disambil mendengar informasi dari televisi. Mengasah skill audio dan visual gue. Ckck

Nah, tiba-tiba anak umur 3 tahun menghampiri gue. Kita berdua akrab.  Tanpa basa-basi, anak itu berkata

"Aunty kok gak nonton tv ?"

Yeah, gue sedikit terkejut mendengarnya. Gue tahu anak kinyis itu pengin ngajak main. Tapi .. gue punya sudut pandang lain.

"What am I doing ?"

Gue ngerasa seperti melakukan kesalahan kecil. Melakukan yang bukan seharusnya. Ya, gitu.

Ngerti gak maksud gue ? Ckckc

I have to stop my writing. I really dont have idea anymore.
Ngantuk.

Sorry to say kalau gambling postingannya.

Terima kasih !

»»  Penasaran nih GUE..

Happy Holiday (?)

0 komentar

Alhamdulillah sudah menjelang akhir tahun. Deg-degan ya. Hehehe

Akhir tahun identik dengan liburan. Sebagian orang menanti liburan. Kalau sudah musim liburan gini, sudah pasti identik dengan kemacetan. Macet bahagia. Mengapa ? Karena yang penting gue bisa liburan cuy!

Zaman gahol kayak gini eh maksudnya zaman modern kayak gini, salam "happy holiday" banyak beredar di jejaring sosial media. Mulai dari bbm, path, twitter, snapchat, vlog, sampe apapun yang menunjang kegaulan itu kita bisa temukan. Ea.

Tahukah kamu ?
Happy holiday itu berasal dari beberapa suku kata. Happy-holi-day.
Happy itu bearti senang.
Holi itu berarti kedamaian.
Day itu berarti hari.

Jadi, kalau digabungkan menurut bahasa suku maya, menjadi ...
Ckckck, macam anak pesbuk.

...........................................................................

Mengisi waktu liburan bisa dilakukan dengan berbagai macam gaya. Berhubung gue anak kelahiran ...... eeh ada bus telolet lewat tuh, ckckc *pengalihan isu*

Usia gue yang sudah dikatakan cukup ini, jenis gaya liburan berbeda-beda. Sesuai dengan kehidupan. Inget! Kita itu sama. Tapi kita punya kehidupan masing-masing. Paham kan elo maksud gueh.

Beragam aktivitas yang bisa gue temukan di usia gue ini, seperti :

1. Liburan akhir tahun gini, ada yang memilih untuk menyenangkan anak tunggalnya dan istri tunggalnya juga lah, enak aje!. Mereka mengunjungi tempat wisata. Tidak melulu harus yang mahal. Berkumpul pun sudah senang. Atau mungkin saja bisa bersilahturahmi ke tempat nenek kakeknya. Lalu membahas perkembangan si cucu.

2. Liburannya diisi dengan nambah ade. Ade-adean buat qaqa. Suami libur, istri libur. Ehem. Tekdung, hehe.

3. Menambah keharmonisan keluarga inti dengan berkunjung ke mertua. Biasanya nih buat yang baru banget "sah!". Kumpul-kumpul. Terus ya gitu .. ditunggu kabar cucu.

4. Liburan panjang, juga bisa diisi dengan mengurus pernikahan. Segala macem keperluan sangat dibutuhkan. Maklum sudah mau tahun baru. Rencana pernikahan di tahun baru mungkin bisa menjadi incaran bagi para calon mempelai untuk segera menghalalkan perbedaan jenis kelamin ini. Sweet!

5. Ada juga yang mungkin diisi dengan perbincangan dua keluarga untuk segera melangsungkan lamaran. Mengingat kesiapan diantara pasangan tersebut. Ciye.

6. Mungkin ada juga yang tetap mencari rezeki. Mengingat banyak bonus yang disuguhkan di akhir tahun. Mereka punya tujuan.

7. Seperempat lainnya ada juga yang menikmati liburan dengan stay di rumah. Kembali ke rumah. Ya pokoknya di rumah. Santai. Merenggangkan otot. Bersandar. Bersyukur.

8. Setengah kilo lainnya, ckck, telor kale ya. Sibuk mengisi liburan dengan kegaulan. Maksudnya jalan-jalan ke tempat yang hits, kongkow, atau memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Update status juga mungkin bisa dilakukan.

9. Dua liter lainnya, ckckck. Memilih untuk nothing to do. No plan. Mengikuti arus.

10. Sebiji lainnya, ckckck. Gak usah ditanya.


Ya, happy holiday (?)
Enough from me.
Lakukan hal yang menurut anda bahagia. Bukan bahagia agar bisa mengikuti gaya hidup.

See ya

»»  Penasaran nih GUE..

Definisi ini tergantung kondisi

0 komentar

Haai..

Ketemu lagi kita di blog, ckck

By the way, pas gue check kok hampir postingannya di share di hari Sabtu ya, ckckck. Naaah ! Ketebak deh pikiran kalian. Pasti kalian mikir kalau ...

.

.

Mungkin bisa dibikin tagline Sabtuku, eaaa. **pengalihan isu**

Kembali ke tema. Sabtuku kali ini gue akan bahas dikit tentang habit. Ya, sebuah kebiasaan elo gue ente antum yey eyke, hehe.

Banyak yang keliru dengan habit ini. Its because this habit is soooooo .... ppfft but sometimes it will be .... ewwww.

Langsung aja ya, kelamaan ! Nanti lama-lama aku diambil orang, hehe.

We will talk about "quite".

In bahasa, it means meneng sek, cicing si*h!
Ya gitu deh. Bahasa gaul tradisional.

Kebiasaan diam itu hampir dialami orang semua orang. Apalagi ini berlaku bagi tipe orang pendiam. Mistery.

Seperti petikan lagu d'masiv ... "kau ... diam ... tanpa ... kata .. seolah ..." atau bahkan sering kita mendengar pepatah demikian "diam seribu bahasa". Apa yang bisa menjadi critical thinking dari kedua istilah tentang diam di atas ?

Pertanyaannya adalah mengapa disebut istilah seperti itu ?

Karena menurut gue, diam itu bisa diartikan banyak hal. Tidak hanya satu definisi. Definisi bisa tergantung kondisi. Khusus untuk diam. Jadi, diam itu ambigu. Begini contoh konkritnya ..

Ada anak kecil yang aktif sekali. Ia senang sekali berkeliling. Lincah. Maklum sinyal lagi kenceng banget. Kualitas 4G mungkin. Hehehe. Lalu orang dewasa yang melihat tingkahnya gerah dengan kelakuan anak tersebut. Kemudian, orang dewasa tersebut berkata

"Sstttt, di ...... yaaaaam ... yam .. yam ... amm ... mmm!"

Pasti maksud dari qaqa tersebut bukan diam untuk tidak bersuara bising namun diam tersebut berarti duduk tenang. Begitu. Keren ya. Makasih loh.

Jadi ... diam itu ..

Diam itu bisa bearti emas

Diam itu bisa bearti marah

Diam itu bisa berarti malu

Diam itu bisa bearti tidak tahu

Diam itu bisa bearti ragu

Diam itu bisa berati tunggu, aku sedang berpikir

Diam itu bisa bearti terkejut

Diam itu bisa bearti tolong bantu aku

Diam itu bisa bearti sulit untuk menerjemahkan

Diam itu bisa bearti aku menunggu ..

.
.
.

Tidak mudah untuk diam. Kamu sebaiknya tahu maksud dari diamku.

Sometimes, Its easy for me to be quite ..



The end

Cocok ya kayaknya kalau pake soundtrack ruang sendiri - tulus.


»»  Penasaran nih GUE..

Kadang

3 komentar

Kadang

Kadang






Kadang

Kadang-kadang aku ...

»»  Penasaran nih GUE..

When I ...

0 komentar

Last day ago, I went to the beach.

No, I am not traveller. Gue pergi ke pantai karena ada acara gathering 😂😂😂.

Pantai identik dengan berenang, main pasir atau setidaknya main air. Biar ada kesan abis dari pantai gitu.

Tapi itu tidak berlaku di gue, ckck.
Gue punya cara tersendiri menikmati pantai.

Duduk. Memandang. Kemudian menyimpan memori setiap kejadian di kepala.

Terkesan tidak mengasyikan memang.

......

Selama gue memandang, banyak sekali hal yang bisa dituangkan di sini ke dalam bentuk paragraf.

Mereka nampak bebas. Seperti semua penat ditumpahkan di laut lepas. Mereka tertawa, mereka bergembira. Banyak kejadian menyenangkan di sana. Secara tidak sadar, gue ikut merasakan kesenangan maupun keceriaan mereka.

Hal tersebut dibuktikan dengan gue sedikit senyum simpul lalu berganti posisi dengan tertawa menganga.

Akhirnya gue pun ikut andil dalam meluapkan kegembiraan mereka. Lalu gue kembali melakukan pengamatan.

Beberapa keluarga asyik dengan anggota keluarga masing-masing. Mengenalkan anak pertama mereka mengenal ombak. Mereka mengandeng tangan kecil ketika deburan ombak kecil datang. Dari hal kecil, gue bisa mendapatkan sebuah pelajaran bahwa kelak anak mereka harus tetap berpegangan meski ombak kecil datang.

Keluarga lainnya sibuk menata pasir, membuat jejak-jejak karya seni mereka. Sekop dan ember kecil membantu mereka dalam menginterprasikan imaginasi.

Pria dewasa lainnya menguji keberanian dan kejantanan dengan beradu ombak. Keren. Jatuh lalu bangkit lagi. Hal yang layak dilakukan di kehidupan. Adegan menertawakan diri sendiri menjadi ajang yang seru.

Sedangkan wanita dewasa lainnya menyisir pantai dengan mengumpulkan beberapa adegan ke dalam format jpg. Adegan pemotretan merupakan hal favorit bagi para wanita dewasa itu. Beberapa wanita dewasa mencoba mengukir pesan di atas pasir coklat. Menyampaikan pesan untuk orang tersayang. Sisanya mereka bersenda gurau. Melakukan canda tawa di pinggir pantai. Ditemani dengan sepoi-sepoi angin laut. Lumrah. Wanita memang seperti itu.

Laut lepas mungkin menjadi tempat untuk meninggalkan penat.

»»  Penasaran nih GUE..