Kayaknya sih Monolog

4 komentar

Apa kabar ?
Semoga baik, semoga sehat, aamiin
Gak nyangka, udah lebaran aja ya.
Mohon maaf lahir dan batin.

Mohon maaf gue belum bisa bales komentar blogwalking kalian di sini. Hehe
Nanti gue bales kok. Tapi nanti ya.
Sebelumnya terima kasih bagi yang sudah membaca tulisan gue. Lo keren.

Ngomong-ngomong soal blogwalking ...
Belakangan ini sebenernya gue jadi pembaca pasif. Iya, pembaca yang diam-diam mengamati. Diam-diam salut sama tulisan pemikiran kalian-kalian. Kalian luaar biasaa ~~

Sok sibuk ya gue belaga gak mau ninggalin komentar di blog kalian. Gak juga sih. Entah kenapa gue lagi di tahap kondisi hening. Tapi gak hening-hening juga. Hening yang tetep rame. Aneh ya. Ya gitu pokoknya.

Dan belakangan ini, selera tulisan gue pun agak sedikit berubah. Mungkin karena umur. Mungkin karena pikiran.

Pernah gak sih lo ngerasain ini ? Pernah deh kayaknya.

Jadi, gini ...
Dulu gue membaca tulisan yang HAHAHIHI. Iya, blog komedi. Blog yang koplak. Haha. Blog yang anak muda banget. Yang kekinian.

Tapi .. secara perlahan selera gue begeser beberapa derajat. Gue belakangan ini lebih tertarik sama blog yang berbau intropeksi tapi tetep dikumas secara komedi. Mengintropeksi diri dengan tawa. Tertawa serius bukan main-main.

Entah ..
Ternyata banyak banget hasil pemikiran yang bisa gue ambil dari hasil gue berperan sebagai pembaca pasif. Sedikit-sedikit gue merenung. Waktu gue membaca blog itu, gue cuma bisa manggut-manggut tapi gak geleng-geleng lalu ajeb-ajeb, hehe. Gak ada lampu disko soalnya. Eeh, astagfirullah. Canda ya. Sesaat gue berkata dalam hati "oh iya bener". Kadang tertawa, tersenyum. Kemudian bergerak merapatkan kedua alis gue ke tengah. Terus gue reflek berkata "hmmm" dengan suara nada berat sampai pada tahap gue terdiam walaupun di sisi kanan kiri gue bising. Gue tetep abaikan. Fokus pada isi tulisan.

Aneh. Asing. Bukan gue yang biasanya.
Padahal yang biasanya gue lebih aneh, hhe.

Kenapa ?

Lalu gue merenung. Bicara pada diri sendiri. Monolog. Tidak ada respon jawaban dari pendengar. Tak ada satu pun kata yang terucap dari pendengar. Iya, karena gue sedang bicara pada diri sendiri. Bertanya sendiri, bergumam sendiri, mikir sendiri, jawab sendiri. Mandiri ya gue. Bukaaan. Itu namanya kesian, haha. *apadeh

Lalu ?

Baper.

Terus begitu terus. Sampai pada akhirnya gue menemukan sebuah jawaban. Terlalu banyak kemungkinan. Terlalu banyak awang-awang. Terlalu banyak perkiraan sampe pada keterlaluan.

Mungkin gue lagi rindu sama sosok orang dewasa. Sosok bijak. Orang yang nyaman diajak bicara.

"Hey, kenapa ? baik ? Cerita sini."

Kalimat terlalu banyak pertanyaan. Tapi kalimat sedikit mengademkan suasana. Mungkin itu yang gue cari, rindu setengah mati. Judika *lah. Yah, namanya juga manusia. Kadang pengen ditanya dulu sebelum memulai. Ini titik yang kritis. Bahaya.

Walaupun hati terkadang bertolak belakang untuk sekedar menjelaskan keadaan, suasana. Cukup. Melegakan. Bukan lari dari pertanyaan.

Mungkin juga gue lagi rindu sama sosok humoris. Bisa tertawa pake ckckckc, wkwkwkwk, hahaha, bahkan kelewat LOL. Lewat tulisan sih ketawanya. Yah, takapa. Sedikitnya gue bisa sedikit tersenyum walaupun di depan layar. Kalau gue ngaca, mungkin muka gue terlihat bersinar karena tersenyum kena pantulan layar. Ada pantulan. Ada energi. Ada aura. Itu cukup mengademkan suasana. Lebih dari cukup.

Dua kemungkinan yang mungkin juga bisa menjelaskan setengah persen dari suasana yang gak jelas ini. Rasa gelisah. Geli ah sah. Hehe *apacoba

Kemana ?

Gue harus cari kemana semua itu ? Coba tebak cari kemana ?
Balik lagi. Jawabannya ada di diri sendiri.
Pikiran.
Hati.
Tangan.
Otak bekerja untuk mencari alternatif supaya suasana kembali bergairah dan memastikan untuk tidak merusak suasana lainnya.

Eeeh gue kenapaaa sik ya ?

Entahlah.
Ini monolog.

»»  Penasaran nih GUE..

Wong Beda kok ya Sama

1 komentar

Hai kamu. Iya, kamu.

Gimana nih kabarnya di akhir bulan ?
I hope u are in good condition guys, aamiin.
Jangan sampai akhir bulan merubah mood kalian ya, uhuk

Masih kangen ya sama tulisan gue ? Muehehe. Pede berat. Gpp ya-lah pede berat. Karena pede berat dipikul ringan sama dijinjing. *laah 😱

Di sini gue akan mengulik sedikit tentang unek-unek yang gak bikin eneg tapi cuma bikin keselek ( ´ ▽ ` )ノ

......

Beda tapi Sama

Kondisi yang ababil banget emang.
Ibarat kata, lo didalam kondisi beda tapi sama.
Iya, kondisi yang gak sama tapi sama.
Kondisi yang beda tapi gak beda.
Kondisi yang ... apalah itu.

...

Kondisi yang mainstream mah gini ya, serupa tapi tak sama.
Kondisi yang sama eeh gak taunya beda.
Contohnya :

Gue waktu itu pernah PKL di daerah Kuningan, Jawa Barat. Gue juga dulunya anak kosan yang bertempat di Bogor , Jawa Barat.

Kondisinya gue sama-sama tinggal jauh dari rumah gue, Depok, Jawa Barat. Gue sama-sama tinggal di lokasi, di provinsi yang sama, Jawa Barat.
Gue sama-sama tinggal di sebuah rumah.

Tapi nyatanya itu rasanya beda. Iya, be e be de a da. Beda.
Cuacanya beda, makanannya beda, suasananya beda.

Serupa tapi tak sama, kondisi yang mainstream.

Lalu ..
Apa kalian pernah merasakan kondisi "beda tapi sama" ?

Bingung bagaimana menggambarkan kondisi itu ? Pegangan sini, haha

Gue akan kasih contoh.
(1) Hari senin lo naik busway, hari Selasa lo naik KRL. Beda kan ? Iya, beda jenis transportasi. Tapi ya sama-sama alat transportasi.

(2) Lo biasa naik angkot. Tiap hari lo naik angkot. Sama kan ? Bedanya dimana ? Iya, bedanya ya terletak di abang supirnya. Gak setiap angkot yang lo naikin itu sama dengan abang angkot dari hari ke hari. Kecuali kalo lo itu artis ftv yang lagi syuting "Cintaku kepentok plat angkot, HAHA". Sudah pasti abang angkotnya dia lagi dia lagi. Karena ya udah di-setting kayak begitu. Lewat FTV ternyata bisa mempercepat pencarian jodoh. Minat ? ((Gagal fokus)) 😂😂😂😂

(3) Lo suka banget jogging pake running shoes-yang baru dibeli-katanya biar kekinian, haha. Otomatis track jogging lo akan berbeda-beda. Ya kan ? Biasanya sih gitu. Tapi letak sama-nya dimana ? Sama-sama ngelakuin jogging ? Bukaaaaan. Sama-sama pake sepatu ? Bukaaan. Jadi, kesamaannya adalah sama-sama lo jogging sendirian. Terlalu lama sendiri .... terlalu lama aku jogging sendiri .. 🎵🎼🎵🎼

(4) Nah, kalau yang ini posisinya mirip-mirip sama contoh yang pertama. Lo udah biasa naik busway. Tapi berhubung alesan ini itu, akhirnya lo mesti berpindah untuk naik transportasi lain. Maka lo memutuskan untuk naik Taksi. Bangkrut ya. Kan contoh. Sante aje 😂😂.  Nah, Itu artinya lo udah berada dibeda abang driver-nya. Driver yang dulu bukanlah yang sekarang ... 🎼🎵🎵(TEGAR). Nah, tapi persamaanya adalah sama-sama berada di kondisi ketika lo turun dari itu transportasi, si abang driver sama-sama gak bilang "ati-ati di jalan ya neng". Gitu.

Contoh yang keempat emang syedih ya. Haha. Yah, mungkin karena baper aja. Mungkin. M.U.N.G.K.I.N

Dan mungkin bila nanti ..... 🎼🎵🎵🎼 ((PETER PAN))

Keknya cukup segini aja postingan di akhir bukan kali ini.
Ada yang bisa nangkep atau menyimpulkan postingan gue ? 😂😂😂😂😂

»»  Penasaran nih GUE..

Mengerti yang tak Memahami

12 komentar

🔫🔫🔫 Dooorrr !!!

Hai, blogger-blogger
Apa kabar ? Baik ya. Alhamdulillah
Akhirnya setelah sekian lama, gue nge-blog juga. Wuhuu 😚😚

Hampir beberapa bulan ini tidak ada postingan. Februari, Maret sampai April. Maklum gue lagi sibuk menata hati. Hati juga perlu untuk diurus. Gue sih emang gitu orangnya, ckckc *tsaaah

Gak kerasa ternyata udah memasuki bulan Mei. Mei bulan yang ababil. Karena bisa mei be yes mei be no, KHAAAAH ! ((Efek x factor Indonesia))

Semakin berjalannya waktu semakin bertambah umur, maka semakin bijaklah gue. Jadi, postingan kali ini berbau dengan postingan bijak. Bijak sawah *lah

.... BIJAK

Banyak hal yang bisa dibahas tentang "bijak". Bijak itu apa ? Bijak itu bijaksana. Sikap atau cara pandang terhadap sesuatu secara logik, menurut gue gitu sih.

Gue mau membahas perihal pemahaman dan umur. Selama gue menjalani hidup 17 tahun ini. Hahaha. Sok muda bgt gue ya. Gue mulai sedikit membedakan antara pengertian dan pemahaman.

Ternyata kedua kata itu beda.
Pengertian, kondisi dimana lo cukup tau aja. Macam kepo doang. Sedangkan pemahaman, kondisi dimana lo tau beud bingits. Apadeh. Gak ngerti ya ? Yuk kita langsung praktik aja 😂. Eeh, maksud gue kita praktik pake contoh gitu. Jangan baper aaak. BUAHAHA

Contoh. Gue ngasih lo uang seribu rupiah, maka :
Pengertiannya :
"uang adalah barang yg dipergunakan untuk melakukan transaksi jual beli"

"Uang seribu jumlah nol-nya ada 3"

Pemahamannya :
"Uang seribu itu bisa beli permen 3 biji, klo dulu beli seribu dapet segambreng, 😂😂"

"Uang seribu itu lebih besar nominalnya dibandingkan dengan uang gope, cepe, atau dua ratus"

"Uang seribu masuk ke dalam kategori uang receh"

"Uang seribu itu lebih bagus daripada uang serbapak. Karena hormati ibumu dulu baru bapakmu 😂😂"

...... Gimana udah ada penyegaran belum ?

Tapi kalau mempelajari pengertian dan pemahaman mengenai barang atau ilmu itu masih terbilang standar. Tapi sebagai orang yang bijak ada pertanyaan ...

"bagaimana cara mengerti dan memahami perasaan ?"

Naahh !! 😱😱😱😱😱😱
Zonk !

Kita praktik lagi yuk. Ckckc.

Gue kasih sample ya.
Ada wanita yang terlihat kebingungan menanyakan alamat kepada dua orang pria asing disebelahnya. Pria pengertian dan pria pemahaman. Ckck. Kocak juga ya istilah yanh gue bikin. Tengkyu

Pria pengertian akan melakukan ini :
"Beri petunjuk"

Pria pemahaman akan melakukan ini :
"Beri petunjuk. Ajak ngobrol bentar doang, sepik. Kalau nyaman ajak nikah. Hahaa. Eeh, gak deng bercanda gue. Bisa jadi pria ini malahan memberi alternatif transportasi. Tapi itu disesuaikan sama kondisi si wanita. Atau malahan memberi informasi mengenai daerah yang dituju, supaya si wanita bisa berhati-hati. Itu semua dikarenakan #karenaakusayangkamu #apadeh"

Naah. Kira2 begitu deh.

Sebenernya gue masih tahap belajar pemahaman kok. Eeh, gak ada yang nanya ya. Haha.

Kalau gue simpulin sih, semakin banyak lo mengenal orang, bisa jadi semakin   banyak lo mengerti dan memahami orang tersebut dengan perilaku yang tepat.

Jadi, pengertian dan pemahaman itu tidak meluluk dikaitankan dengan umur.

Baca nih baca qona asidakiah ! Siapa qona asidakiah ? Ciee  cuit

Sekian dulu ya pembahasan gue.
See ya

»»  Penasaran nih GUE..

Berbicara Tentang Harapan

7 komentar

Cieee 2015 nih.
Banyak yang membuat harapan. Boleh sih membuat harapan. 
Sok sok mangga durian apel jeruk, hehe

Berharap boleh, tapi pake usaha ya jangan cuman ngarep doang. Iya, kalau itu orang peka kalau gak. Sakit. Eh ngomongin apa ya.


╭(╯ε╰)╮ ╭(╯ε╰)╮ ╮(╯_╰)


Berbicara tentang harapan ..
»»  Penasaran nih GUE..