Happy Holiday (?)

0 komentar

Alhamdulillah sudah menjelang akhir tahun. Deg-degan ya. Hehehe

Akhir tahun identik dengan liburan. Sebagian orang menanti liburan. Kalau sudah musim liburan gini, sudah pasti identik dengan kemacetan. Macet bahagia. Mengapa ? Karena yang penting gue bisa liburan cuy!

Zaman gahol kayak gini eh maksudnya zaman modern kayak gini, salam "happy holiday" banyak beredar di jejaring sosial media. Mulai dari bbm, path, twitter, snapchat, vlog, sampe apapun yang menunjang kegaulan itu kita bisa temukan. Ea.

Tahukah kamu ?
Happy holiday itu berasal dari beberapa suku kata. Happy-holi-day.
Happy itu bearti senang.
Holi itu berarti kedamaian.
Day itu berarti hari.

Jadi, kalau digabungkan menurut bahasa suku maya, menjadi ...
Ckckck, macam anak pesbuk.

...........................................................................

Mengisi waktu liburan bisa dilakukan dengan berbagai macam gaya. Berhubung gue anak kelahiran ...... eeh ada bus telolet lewat tuh, ckckc *pengalihan isu*

Usia gue yang sudah dikatakan cukup ini, jenis gaya liburan berbeda-beda. Sesuai dengan kehidupan. Inget! Kita itu sama. Tapi kita punya kehidupan masing-masing. Paham kan elo maksud gueh.

Beragam aktivitas yang bisa gue temukan di usia gue ini, seperti :

1. Liburan akhir tahun gini, ada yang memilih untuk menyenangkan anak tunggalnya dan istri tunggalnya juga lah, enak aje!. Mereka mengunjungi tempat wisata. Tidak melulu harus yang mahal. Berkumpul pun sudah senang. Atau mungkin saja bisa bersilahturahmi ke tempat nenek kakeknya. Lalu membahas perkembangan si cucu.

2. Liburannya diisi dengan nambah ade. Ade-adean buat qaqa. Suami libur, istri libur. Ehem. Tekdung, hehe.

3. Menambah keharmonisan keluarga inti dengan berkunjung ke mertua. Biasanya nih buat yang baru banget "sah!". Kumpul-kumpul. Terus ya gitu .. ditunggu kabar cucu.

4. Liburan panjang, juga bisa diisi dengan mengurus pernikahan. Segala macem keperluan sangat dibutuhkan. Maklum sudah mau tahun baru. Rencana pernikahan di tahun baru mungkin bisa menjadi incaran bagi para calon mempelai untuk segera menghalalkan perbedaan jenis kelamin ini. Sweet!

5. Ada juga yang mungkin diisi dengan perbincangan dua keluarga untuk segera melangsungkan lamaran. Mengingat kesiapan diantara pasangan tersebut. Ciye.

6. Mungkin ada juga yang tetap mencari rezeki. Mengingat banyak bonus yang disuguhkan di akhir tahun. Mereka punya tujuan.

7. Seperempat lainnya ada juga yang menikmati liburan dengan stay di rumah. Kembali ke rumah. Ya pokoknya di rumah. Santai. Merenggangkan otot. Bersandar. Bersyukur.

8. Setengah kilo lainnya, ckck, telor kale ya. Sibuk mengisi liburan dengan kegaulan. Maksudnya jalan-jalan ke tempat yang hits, kongkow, atau memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Update status juga mungkin bisa dilakukan.

9. Dua liter lainnya, ckckck. Memilih untuk nothing to do. No plan. Mengikuti arus.

10. Sebiji lainnya, ckckck. Gak usah ditanya.


Ya, happy holiday (?)
Enough from me.
Lakukan hal yang menurut anda bahagia. Bukan bahagia agar bisa mengikuti gaya hidup.

See ya

»»  Penasaran nih GUE..

Definisi ini tergantung kondisi

0 komentar

Haai..

Ketemu lagi kita di blog, ckck

By the way, pas gue check kok hampir postingannya di share di hari Sabtu ya, ckckck. Naaah ! Ketebak deh pikiran kalian. Pasti kalian mikir kalau ...

.

.

Mungkin bisa dibikin tagline Sabtuku, eaaa. **pengalihan isu**

Kembali ke tema. Sabtuku kali ini gue akan bahas dikit tentang habit. Ya, sebuah kebiasaan elo gue ente antum yey eyke, hehe.

Banyak yang keliru dengan habit ini. Its because this habit is soooooo .... ppfft but sometimes it will be .... ewwww.

Langsung aja ya, kelamaan ! Nanti lama-lama aku diambil orang, hehe.

We will talk about "quite".

In bahasa, it means meneng sek, cicing si*h!
Ya gitu deh. Bahasa gaul tradisional.

Kebiasaan diam itu hampir dialami orang semua orang. Apalagi ini berlaku bagi tipe orang pendiam. Mistery.

Seperti petikan lagu d'masiv ... "kau ... diam ... tanpa ... kata .. seolah ..." atau bahkan sering kita mendengar pepatah demikian "diam seribu bahasa". Apa yang bisa menjadi critical thinking dari kedua istilah tentang diam di atas ?

Pertanyaannya adalah mengapa disebut istilah seperti itu ?

Karena menurut gue, diam itu bisa diartikan banyak hal. Tidak hanya satu definisi. Definisi bisa tergantung kondisi. Khusus untuk diam. Jadi, diam itu ambigu. Begini contoh konkritnya ..

Ada anak kecil yang aktif sekali. Ia senang sekali berkeliling. Lincah. Maklum sinyal lagi kenceng banget. Kualitas 4G mungkin. Hehehe. Lalu orang dewasa yang melihat tingkahnya gerah dengan kelakuan anak tersebut. Kemudian, orang dewasa tersebut berkata

"Sstttt, di ...... yaaaaam ... yam .. yam ... amm ... mmm!"

Pasti maksud dari qaqa tersebut bukan diam untuk tidak bersuara bising namun diam tersebut berarti duduk tenang. Begitu. Keren ya. Makasih loh.

Jadi ... diam itu ..

Diam itu bisa bearti emas

Diam itu bisa bearti marah

Diam itu bisa berarti malu

Diam itu bisa bearti tidak tahu

Diam itu bisa bearti ragu

Diam itu bisa berati tunggu, aku sedang berpikir

Diam itu bisa bearti terkejut

Diam itu bisa bearti tolong bantu aku

Diam itu bisa bearti sulit untuk menerjemahkan

Diam itu bisa bearti aku menunggu ..

.
.
.

Tidak mudah untuk diam. Kamu sebaiknya tahu maksud dari diamku.

Sometimes, Its easy for me to be quite ..



The end

Cocok ya kayaknya kalau pake soundtrack ruang sendiri - tulus.


»»  Penasaran nih GUE..

Kadang

2 komentar

Kadang

Kadang






Kadang

Kadang-kadang aku ...

»»  Penasaran nih GUE..

When I ...

0 komentar

Last day ago, I went to the beach.

No, I am not traveller. Gue pergi ke pantai karena ada acara gathering 😂😂😂.

Pantai identik dengan berenang, main pasir atau setidaknya main air. Biar ada kesan abis dari pantai gitu.

Tapi itu tidak berlaku di gue, ckck.
Gue punya cara tersendiri menikmati pantai.

Duduk. Memandang. Kemudian menyimpan memori setiap kejadian di kepala.

Terkesan tidak mengasyikan memang.

......

Selama gue memandang, banyak sekali hal yang bisa dituangkan di sini ke dalam bentuk paragraf.

Mereka nampak bebas. Seperti semua penat ditumpahkan di laut lepas. Mereka tertawa, mereka bergembira. Banyak kejadian menyenangkan di sana. Secara tidak sadar, gue ikut merasakan kesenangan maupun keceriaan mereka.

Hal tersebut dibuktikan dengan gue sedikit senyum simpul lalu berganti posisi dengan tertawa menganga.

Akhirnya gue pun ikut andil dalam meluapkan kegembiraan mereka. Lalu gue kembali melakukan pengamatan.

Beberapa keluarga asyik dengan anggota keluarga masing-masing. Mengenalkan anak pertama mereka mengenal ombak. Mereka mengandeng tangan kecil ketika deburan ombak kecil datang. Dari hal kecil, gue bisa mendapatkan sebuah pelajaran bahwa kelak anak mereka harus tetap berpegangan meski ombak kecil datang.

Keluarga lainnya sibuk menata pasir, membuat jejak-jejak karya seni mereka. Sekop dan ember kecil membantu mereka dalam menginterprasikan imaginasi.

Pria dewasa lainnya menguji keberanian dan kejantanan dengan beradu ombak. Keren. Jatuh lalu bangkit lagi. Hal yang layak dilakukan di kehidupan. Adegan menertawakan diri sendiri menjadi ajang yang seru.

Sedangkan wanita dewasa lainnya menyisir pantai dengan mengumpulkan beberapa adegan ke dalam format jpg. Adegan pemotretan merupakan hal favorit bagi para wanita dewasa itu. Beberapa wanita dewasa mencoba mengukir pesan di atas pasir coklat. Menyampaikan pesan untuk orang tersayang. Sisanya mereka bersenda gurau. Melakukan canda tawa di pinggir pantai. Ditemani dengan sepoi-sepoi angin laut. Lumrah. Wanita memang seperti itu.

Laut lepas mungkin menjadi tempat untuk meninggalkan penat.

»»  Penasaran nih GUE..

Syukur(in)

8 komentar

Haai

Tak terasa sudah mau penghujung tahun dua ribu enam belas.
Tak terasa juga sudah lama tidak ada tulisan yang tersimpan di blog.

Masih boleh nge-blog kan ? ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

Alhamdulillah yah masih diizinkan untuk sekedar menulis dan kalian masih diizinkan untuk sempat membaca tulisan saya eh gue eh aku eh eh labil ish.

Membahas tema ini tidak ada habisnya. Selalu ingin diulas, diteliti, dicermati, bahkan diamati. Seru!

....

Selalu ada yang menarik perhatian di kehidupan.
Kehidupan mereka. Bukan karena subjeknya yang menjadi poin utama. Tapi karena kata benda maupun kata kerjanya.

Ckckck, ambigu. Memang.

Melihat pasangan yang baru lalu tidak lama mereka menggelar perhelatan. Short cut. Cepat sekali.

Satu orang, dua orang, dan masih banyak kisah orang yang seperti itu.

Ada rasa penasaran. Banyak pertanyaan. Pertanyaan beruntun yang hinggap di kepala. Dimulai dari ..

Apa .. ?
Siapa .. ?
Kapan .. ?
Dimana .. ?

Sampai pada pertanyaan krusial seperti ini ..

Mengapa .. ?
Bagaimana .. ?

Itu sih contoh pertanyaan pakai bahasa yang formal. Kalau contoh bahasa pertanyaan non formalnya kira-kira seperti ini ..

Kok ? Serius ? Kok bisa ?

Ya ya ya. Bisa. Kun fayakun.

Sudah garis tangan seseorang seperti itu. Sudah waktunya bagi seseorang seperti itu.

Sudah malam, nak.
Tidur

»»  Penasaran nih GUE..

Metamorfosa

1 komentar

2016

Selamat datang di tahun yg kayaknya tahun monyet.
Selamat datang di tahun yg semakin hari semakin berwarna, ekspetasinya.
Selamat datang di tahun yg penuh energi.

Gak kerasa gue sudah berada di tahun 2016. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan menjalani hidup yg belum dijalani.

Telat bgt ya gue nge-posting perihal 2016. Gpp, telat, kan msh ada susulan. Apadeh.

Umur semakin bertambah. Keinginan juga semakin merambah.

Gue pun merasa menjadi dewasa di masa kini tidaklah mudah. Aaak, lebay. Lagi baper aja mungkin.

Tapi emang bener.

Perasaan iri di usia dewasa semakin menjadi-jadi. Batin pun berkata ....

"..............."

Btw, mana isi hatinya ? Ckckck. Yah, namanya juga isi batin kan. Gak kedengeran. Oke, gue intermezo. Begini kadang isi batin gue ...

"Wuiih, keren ya dia. Bisa begitu"

"Aduh, pengen deh"

"Yah, mupeng"

Atau

"Enak banget ya"

Atau

"(Senyum penuh arti)"

____________________________________________

Setelah gue membatin, gue mikir, lalu gue tidur.
Mungkin, gue yg kurang bersyukur. Mungkin gue yg kurang bersyukur. Mungkin gue yg kurang bersyukur.

dan mungkin jawabannya itu.

Solusinya adalah gue coba banyak minum aq*a biar hidup makin fokus.

backsound *100years - five for fighting 🎶🎶🎵
Backing vocal : soneta 😅😛

____________________________

Sekian postingan gue pertama kali di tahun 2016.
Terima kasih sudah membaca.

hmm ...

Apa kamu juga merasakan ? pfft.

»»  Penasaran nih GUE..